Nikah

Kafir: Pak Duladi, kenapa muslim selalu beranggapan bahwa “NIKAH” bisa
dijadikan alat pembenar bagi kelakuan yg salah?
Duladi: Bisa dijelaskan lebih spesifik kelakuan yg salah?
Kafir: Memperkosa.
Duladi: Benar. Walau di dalam sumber literatur Islam klasik menyatakan
memperkosa tanpa dinikahi adalah halal, tapi muslim yg risih dengan
ajaran biadab itu mencoba membela Islam dengan mengatakan bahwa
mereka sebelum diperkosa mereka dinikahi lebih dulu. Jadi, dengan kata
lain, RITUAL NIKAH itu bisa dipake untuk membenarkan perkosaan
tersebut.
Sama seperti yg dilakukan muslim di PENJARA IRAN dewasa ini, baca
beritanya di sini:
http://blogberita.net/2009/07/22/wanita-iran-diperkosa-
dihukum-mati/
Kafir: Tapi Pak, saya lihat penerapannya bukan hanya untuk memperkosa
saja. Termasuk selingkuh pun juga.
Duladi: Benar. Seperti yg terjadi di Iran, SEKS BEBAS pun halal asal sebelum
naik ranjang adakan dulu ritual akad nikah. Baca beritanya: Jawa Pos, 3
Juni 2007, hal. 5 (Berita Internasional)
TEHRAN – Menghadapi kehidupan remaja yang kian permisif atas perilaku
seks bebas, Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Por Mohammadi
mengusulkan pemberlakuan nikah mut’ah (kawin kontrak). Dengan
demikian, generasi muda Iran tidak akan terjebak dalam hubungan seks di
luar nikah.
“Kita akan menghadapi berbagai masalah jika kita tidak segera merespon
kebutuhan seks generasi muda,” kata Mostafa seperti yang dikutip harian
Iran Kargozaran kemarin. “Islam punya jawaban atas segala masalah dan
nikah mut’ah merupakan jawaban atas masalah tersebut (seks bebas),”
jelas Mostafa saat menghadiri sebuah konferensi di Qom, Iran.
Mostafa meminta beberapa pihak yang terkait mempelajari masalah
tersebut dan segera menjadikannya kebijakan pemerintah. “Kita tidak usah
takut mempromosikan pernikahan sementara di negara yang diatur
dengan perintah Tuhan,” tegasnya. Praktek yang sama juga bisa dijadikan
solusi untuk mengatasi kian meningkatnya prostitusi di jalanan Iran
beberapa tahun terakhir.
Kawin kontrak membolehkan perempuan dan laki-laki menikah dalam
waktu tertentu. Biasanya antara satu jam hingga 99 tahun. Namun,
praktek yang dalam bahasa Iran disebut Sigheh itu banyak ditentang
berbagai kalangan. Pasalnya, kawin kontrak dianggap sama saja dengan
prostitusi terselubung. Kenyataannya, kawin kontrak juga masih menjadi
perdebatan di negara-negara Islam lainnya.
==============================
Wisata seks pun halal, asal lakukan dulu ritual “nikah” sebelum kencan
Turis Arab Serbu Puncak, Musim Kawin Kontrak Dimulai
KOMPAS
Sabtu, 2 Mei 2009 | 16:41 WIB
BULAN Mei ini kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bakal dibanjiri turis asal
Timur Tengah, terutama dari Arab Saudi, Irak, dan Iran. Mereka biasanya
menghabiskan waktu liburan di sana hingga tiga bulan berikutnya.
Selama musim liburan tersebut, para turis tersebut tinggal di sejumlah hotel
dan wisma di daerah Tugu Selatan dan Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.
Situasi ini selalu terjadi setiap tahunnya, sehingga warga setempat kerap
menyebutnya sebagai ‘Musim Arab’.
“Mereka selama ini tinggal di daerah Warungkaleng, Tugu Utara. Di sini
juga ada wilayah yang dinamakan perkampungan Arab,” kata Dede (45),
warga Kampung Sampai, Tugu Utara, Kamis (23/4).
Dipaparkan, meskipun musim Arab baru akan dimulai Mei, tapi beberapa
bulan sebelumnya sudah banyak vila, wisma, dan hotel kelas melati yang
sudah dipesan. Bagi warga setempat, membanjirnya turis asal Timur
Tengah membawa berkah tersendiri. “Selain tempat penginapan penuh,
rental mobil juga laku,” kata Dede.
Menurut Risman, warga lainnya, turis Arab yang berlibur di kawasan
Puncak bisa menghabiskan uang hingga miliaran rupiah. Untuk berbelanja,
makan, minum, transportasi, dan sejenisnya turis tersebut bisa
menghabiskan Rp 3-5 juta per hari. “Mereka biasanya datang secara
berkelompok, ” tutur seorang pedagang rokok di kawasan Kampung
Sampai ini.
Di musim Arab ini, warga pun memanfaatkannya dengan membuka usaha
makanan asal Timur Tengah. Pasalnya, turis Arab kurang begitu suka
dengan makanan Indonesia. “Mereka lebih suka makanan atau minuman
asli negaranya, makanya di sini banyak toko makanan dan restoran
dengan menu yang bertuliskan Arab,” ujar Risman.
Sekretaris Himpunan Pemandu Indonesia (HPI) Kabupaten Bogor Teguh
Mulyana, mengatakan, musim Arab juga membawa berkah bagi para
pemandu wisata. Namun, para guide tersebut tidak dibekali dengan
standar seorang pemandu yang profesional, sehingga justru ada pemandu
yang merugikan turis tersebut. “Banyak warga yang fasih berbahasa Arab
kemudian menjadi guide, termasuk menjadi penunggu vila,” kata Teguh
Mulyana.
Rp 5 juta
Namun, katanya, tidak sedikit turis asing yang berperilaku nakal selama
berlibur di kawasan Puncak. “Turis Arab rata-rata nakal. Sebagiannya sering
‘jajan’ atau memesan perempuan. Dan sebagian yang lain ada saja yang
melakukan kawin kontrak dengan warga sekitar, dengan biaya antara Rp
5 juta sampai Rp 10 juta. Itu baru mahar, belum kebutuhan sehari-hari
lainnya yang pasti dicukupi oleh si turis itu,” ujaKafir: Pak Duladi, kenapa muslim selalu beranggapan bahwa “NIKAH” bisa
dijadikan alat pembenar bagi kelakuan yg salah?
Duladi: Bisa dijelaskan lebih spesifik kelakuan yg salah?
Kafir: Memperkosa.
Duladi: Benar. Walau di dalam sumber literatur Islam klasik menyatakan
memperkosa tanpa dinikahi adalah halal, tapi muslim yg risih dengan
ajaran biadab itu mencoba membela Islam dengan mengatakan bahwa
mereka sebelum diperkosa mereka dinikahi lebih dulu. Jadi, dengan kata
lain, RITUAL NIKAH itu bisa dipake untuk membenarkan perkosaan
tersebut.
Sama seperti yg dilakukan muslim di PENJARA IRAN dewasa ini, baca
beritanya di sini:
http://blogberita.net/2009/07/22/wanita-iran-diperkosa-
dihukum-mati/
Kafir: Tapi Pak, saya lihat penerapannya bukan hanya untuk memperkosa
saja. Termasuk selingkuh pun juga.
Duladi: Benar. Seperti yg terjadi di Iran, SEKS BEBAS pun halal asal sebelum
naik ranjang adakan dulu ritual akad nikah. Baca beritanya: Jawa Pos, 3
Juni 2007, hal. 5 (Berita Internasional)
TEHRAN – Menghadapi kehidupan remaja yang kian permisif atas perilaku
seks bebas, Menteri Dalam Negeri Iran Mostafa Por Mohammadi
mengusulkan pemberlakuan nikah mut’ah (kawin kontrak). Dengan
demikian, generasi muda Iran tidak akan terjebak dalam hubungan seks di
luar nikah.
“Kita akan menghadapi berbagai masalah jika kita tidak segera merespon
kebutuhan seks generasi muda,” kata Mostafa seperti yang dikutip harian
Iran Kargozaran kemarin. “Islam punya jawaban atas segala masalah dan
nikah mut’ah merupakan jawaban atas masalah tersebut (seks bebas),”
jelas Mostafa saat menghadiri sebuah konferensi di Qom, Iran.
Mostafa meminta beberapa pihak yang terkait mempelajari masalah
tersebut dan segera menjadikannya kebijakan pemerintah. “Kita tidak usah
takut mempromosikan pernikahan sementara di negara yang diatur
dengan perintah Tuhan,” tegasnya. Praktek yang sama juga bisa dijadikan
solusi untuk mengatasi kian meningkatnya prostitusi di jalanan Iran
beberapa tahun terakhir.
Kawin kontrak membolehkan perempuan dan laki-laki menikah dalam
waktu tertentu. Biasanya antara satu jam hingga 99 tahun. Namun,
praktek yang dalam bahasa Iran disebut Sigheh itu banyak ditentang
berbagai kalangan. Pasalnya, kawin kontrak dianggap sama saja dengan
prostitusi terselubung. Kenyataannya, kawin kontrak juga masih menjadi
perdebatan di negara-negara Islam lainnya.
==============================
Wisata seks pun halal, asal lakukan dulu ritual “nikah” sebelum kencan
Turis Arab Serbu Puncak, Musim Kawin Kontrak Dimulai
KOMPAS
Sabtu, 2 Mei 2009 | 16:41 WIB
BULAN Mei ini kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, bakal dibanjiri turis asal
Timur Tengah, terutama dari Arab Saudi, Irak, dan Iran. Mereka biasanya
menghabiskan waktu liburan di sana hingga tiga bulan berikutnya.
Selama musim liburan tersebut, para turis tersebut tinggal di sejumlah hotel
dan wisma di daerah Tugu Selatan dan Tugu Utara, Kecamatan Cisarua.
Situasi ini selalu terjadi setiap tahunnya, sehingga warga setempat kerap
menyebutnya sebagai ‘Musim Arab’.
“Mereka selama ini tinggal di daerah Warungkaleng, Tugu Utara. Di sini
juga ada wilayah yang dinamakan perkampungan Arab,” kata Dede (45),
warga Kampung Sampai, Tugu Utara, Kamis (23/4).
Dipaparkan, meskipun musim Arab baru akan dimulai Mei, tapi beberapa
bulan sebelumnya sudah banyak vila, wisma, dan hotel kelas melati yang
sudah dipesan. Bagi warga setempat, membanjirnya turis asal Timur
Tengah membawa berkah tersendiri. “Selain tempat penginapan penuh,
rental mobil juga laku,” kata Dede.
Menurut Risman, warga lainnya, turis Arab yang berlibur di kawasan
Puncak bisa menghabiskan uang hingga miliaran rupiah. Untuk berbelanja,
makan, minum, transportasi, dan sejenisnya turis tersebut bisa
menghabiskan Rp 3-5 juta per hari. “Mereka biasanya datang secara
berkelompok, ” tutur seorang pedagang rokok di kawasan Kampung
Sampai ini.
Di musim Arab ini, warga pun memanfaatkannya dengan membuka usaha
makanan asal Timur Tengah. Pasalnya, turis Arab kurang begitu suka
dengan makanan Indonesia. “Mereka lebih suka makanan atau minuman
asli negaranya, makanya di sini banyak toko makanan dan restoran
dengan menu yang bertuliskan Arab,” ujar Risman.
Sekretaris Himpunan Pemandu Indonesia (HPI) Kabupaten Bogor Teguh
Mulyana, mengatakan, musim Arab juga membawa berkah bagi para
pemandu wisata. Namun, para guide tersebut tidak dibekali dengan
standar seorang pemandu yang profesional, sehingga justru ada pemandu
yang merugikan turis tersebut. “Banyak warga yang fasih berbahasa Arab
kemudian menjadi guide, termasuk menjadi penunggu vila,” kata Teguh
Mulyana.
Rp 5 juta
Namun, katanya, tidak sedikit turis asing yang berperilaku nakal selama
berlibur di kawasan Puncak. “Turis Arab rata-rata nakal. Sebagiannya sering
‘jajan’ atau memesan perempuan. Dan sebagian yang lain ada saja yang
melakukan kawin kontrak dengan warga sekitar, dengan biaya antara Rp
5 juta sampai Rp 10 juta. Itu baru mahar, belum kebutuhan sehari-hari
lainnya yang pasti dicukupi oleh si turis itu.
:

:

Comments
One Response to “Nikah”
  1. Dwi Anto mengatakan:

    Perkosaan yang di legalisir dan jadi program pemerintah suatu negara terjadi juga di jaman modern ini. Akankah agama yang di anut pemerkosa yang disalahkan ? Jawaban saya Tidak.
    Setiap “tingkah laku” manusia yang “dianggap menjadi persoalan” harus ada penyelesaiannya, berdasarkan “aturan tertentu”. Penyelesaian yang dimaksud dapat berupa apa saja, sesuai dengan jangkauan pemikiran serta sudut pandang pada saat kejadian itu terjadi.
    Banyak juga kejadian, persoalan itu selesai karena tidak ada yang mempersoalkannya lagi.
    Tapi saya agak terpancing dengan tulisan-tulisan di website ini, jika apa yang di bahas dan ditulis ini ternyata benar (anda sekalian benar mengenai semua ini), terus terang saya Islam (KTP), saya laki-laki, sepertinya saya akan tetap pada ajaran Islam (karena dari pemaparan anda sekalian, saya menilai banyak untungnya juga menganut Islam), dan saya bertanya, kalau untungnya untuk anda sekalian apa ?
    Saya berpikir, saya akan tertarik dengan ajakan atau propaganda anda sekalian, jika anda memaparkan apa yang menjadi pandangan hidup anda, atau agama anda, atau nilai-nilai positif yang anda sekalian bawa apa ? akankah menjadi pencerahan bagi saya ?
    Saya berpendapat bahwa Tuhan (jika ada) akan sangat mengetahui mengenai mahluk yang diciptakanNya, apapun yang dilakukan manusia sebagai mahluk ciptaannya, tidak akan merugikan Dia, walau sekecil ion atau apapun benda terkecil di jagat raya ini. Jadi bebaskanlah kita apa adanya sebagai mahluk ciptaanNya. Temukanlah hal yang hakiki mengenai diri sebagai mahluk ciptaanNya untuk berbuat baik terhadap sesama. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: