Nabi Muhammad Berwahyu? Tetapi Yesus Menyanggahnya!

Nabi Muhammad Berwahyu? Tetapi Yesus Menyanggahnya!

Salam sejahtera teman-teman Muslim!

Sesekali, adakah anda pernah merenungi dalam nurani apa-apa yang
mungkin tidak beres dari Quran? Pertanyaan ini diangkat karena Anda-
anda selama ini selalu berpikir dan berbicara seperti yang disuarakan
oleh guru-guru agama anda (dengan mengatas namakan Allah) lalu
mengecam paham yang berlainan dengan paham nabi Muhammad.

Tetapi dalam banyak event, Muhammad telah menunjukkan jatidirinya
yang tidak sempurna, bahkan dilanda oleh wahyu-wahyu yang keliru!

Sehingga anda hanya dan HANYA mengenal nabi ISA sebagai “produk”
fisik dan biologis manusia. Padahal itulah bukti yang amat kasat mata
bahwa Allah-swt (atau Nabi yang mengatas-namakan Allah?) justru
telah membuat kekeliruan-wahyu, yang menganggap sebutan “Anak”,
“Ibu” dan “Bapa” selalu merupakan hasil produk Biologis, lalu melaknati
“trinitas-biologis”. Itu adalah kekeliruan meniru paham dangkal orang-
orang Arab/ Badui dijaman pra-islam dan dijaman Nabi, yang tidak bisa
membedakan Anak dan Ibu- Bapa Spiritual dengan yang fisikal-
biological.

Dalam pewahyuan yang keliru, nabi Muhammad berkata:
“Bagaimana Allah mempunyai anak padahal Dia tidak punya
isteri?” (Qs6:101).

Kata asli dalam bahasa Arab untuk “anak” disini, dipakai istilah
“walad” (bukan “ibnu”), yang dimaknai sebagai anak kedagingan.

Tetapi jauh sebelumnya, YESUS telah menjawab isyu dari “muhammad-
muhammad” semacam itu, ketika Ia berkata menjelaskan posisi
kerohanian tsb:

“Siapa ibuKu dan siapa saudara2Ku?”
Lalu kataNya, sambil menunjuk kearah murid-muridNya:
“Ini ibuKu dan saudara-saudaraKu! Sebab siapapun yang melakukan
kehendak BapaKu disorga, dialah saudaraKu laki-laki, dialah saudaraKu
perempuan, dialah ibuKu”.…
“Aku tidak menyebut kamu lagi HAMBA (yang seharusnya begitu) …

tetapi SAHABAT…” (Mat.12: 48-50; Yoh.15:15).
Jadi tampaklah, yang satu adalah pemahaman fisikal, yang lain rohaniah
yang universal! Dalam relasi rohani, kita semua adalah anak Allah,
dimana Sang Anak-Allah (Ruhullah dan Kalimatullah, Mesias ilahiah)
adalah satu-satunya Juru Syafaat kita, karena Dialah satu-satunya sosok
yang kepadanya ditiupkan Ruh Allah sendiri dan KalimatNya.

Maka konsep “trinitas” fisikal/ biologikal yang dituduhkan nabi
Muhammad kepada Nasrani (kawin mawin Allah Bapa dengan Maryam
yang membuahkan Isa Anak, lihat 5:116), adalah total keliru wahyu!
Dimanapun, kaum Nasrani tidak mentuhankan Maryam dan tidak
menganut “trinitas-islamik” demikian!

Celakanya, kekeliruan wahyu yang sama juga diterus oleh Nabi kepada
kaum Yahudi yang dituduhnya mengimani UZAIR sebagai Putera Allah
(9:30). Padahal dimanapun Yudaisme tidak pernah mengenal Uzair
sebagai Putera Allah yang ilahiah.

Nabi Muhammad tampaknya tidak
tahu bahwa agama Yahudi justru seradikal dan semutlak Islam dalam
mentuhankan satu Yahweh yang Esa.

RENUNGKANLAH, dan Anda akan segera membaui (GET A RIGHT FEEL)

mana yang yang benar wahyu dan mana yang wahyu-wahyuan!

:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: