TELAAH KRITIS

: TELAAH KRITIS ATAS “INJIL PALSU-BARNABAS”
:
:Saking kalapnya berupaya membuktikan dalilnya bahwa Alkitab sudah tidak asli lagi (ta’rif) dan juga berupaya menunjukkan Alkitab yang asli (yang tidak (akan) pernah mampu dihadirkan), mereka yang sinis terhadap Alkitab (baca: kaum Muslim) langsung semangat dan gembira begitu menemukan suatu dokumen yang diklaim sebagai “injil barnabas” padahal tidak pernah diselidiki secara kritis.
:
:”Semula, ada sebuah kabar burung. Seorang biarawati katolik berhasil mencuri “injil barnabas” dari perpustakaan Paus Sixtus V (1521-1590) ketika Sri Paus sedang tertidur. Setelah menekuni isinya, spontan biarawati tersebut masuk Islam. Biarawati tersebut telah berhasil menemukan dan menyelamatkan injil yang asli.”
:
:Kaum Muslim lalu berbondong-bondong mengalih-bahasakan, menerbitkan, mengutip dan mempropagandakannya. Pada saat inipun “injil barnabas’ dapat dengan mudah dibeli di toko-toko buku Islam yang merasa terbeban untuk kepentingan dakwah Islam.
:Daya pukau yang cukup menyilaukan mata sementara orang, dapat dibaca dari tantangan Sjech Muhammad Abuzahrah dalam bukunya: “Muhadlarat fi an-Nasraniyah” agar agar sarjana Kristen membahasnya.Prof. K.H. Anwar Musaddad sampai menggolongkan kitab tersebut sebagai hadits walaupun dalam kategori dhaif. Ditambahkan pula, umat Islam dapat menerima kitab tersebut sebagai “berita-berita Israiliyah” yaitu berita-berita di sekitar bani Israel yang terdapat dalam kitab-kitab mereka.
:Masih ada pula beberapa nama yang terpukau termasuk Syech Muhammad Rasyid Ridha, pengarang tafsir Al-Manar yang terkenal itu, yang memperingatkan kaum Kristen tentang kewajiban untuk mempercayainya.
:
:Tetapi ada pula kaum Muslim yang justru menolaknya seperti Prof. Drs. K.H. Hasbullah Bakry, S.H. yang malahan memustahilkan kitab tersebut berasal dari seorang murid Yesus karena tidak berbahasa Aram atau Yunani. Ia setuju bahwa kitab tersebut pasti berasal dari abad ke-15 karangan dari seorang Italia yang kemudian memeluk Islam. Padahal Ia pernah menjadi asisten dosen dari Prof. Ahmad Syalabi, seorang maha guru Universitas Al-Azhar Kairo yang pertama kali memperkenalkan kitab tersebut dalam rangka perjalanan kuliah di Indonesia.
:Abbas Mahmud Al-Aqqad seorang pengarang Islam terkenal, juga membenarkan pendapat di atas.
:
:Lucunya, dokumen yang diklaim sebagai “injil barnabas” tersebut sama sekali tidak mendapat perhatian dari Kaum Kristen. Mengapa..? Silahkan baca di bawah ini.
:
:Menurut kesimpulan para ahli yang melakukan penyelidikan dari materi mansukripnya, umur “injil barnabas” tidak dapat lebih tua dari tahun 1575. Sebagaimana diketahui, satu-satunya manuskrip tertua adalah yang berada di Wina tertulis dalam bahasa Italia.
:
:Bahasa Italia yang digunakan banyak mengandung kesalahan, ada beberapa kejanggalan seperti HANNO (tahun, seharusnya ANNO) dan CHRISSTO (Kristus, seharusnya CHRISTO) dan banyak lagi.Bahasa Italianya juga bukan bahasa yang baik karena banyak susunan kalimat memperlihatkan jelas istilah-istilah Toscan bahkan secara kesluruhan tersusun dalam dialek Toscan dan Venezian. Manuskrip tersebut juga dipastikan bukan hasil terjemahan dari bahasa lain sebab suatu karya terjemahan biasanya masih tampak samar-samar bahasa aslinya. Hal ini sama sekali tidak nampak pada kitab tersebut sehingga dapat dipastikan ditulis dalam bahasa Italia, bahasa yang belum ada pada jaman Yesus dan baru muncul 13 abad sesudahnya.
:
:Pada halaman depan, ada judul yang dibubuhkan pengarangnya:
:INJIL YANG BENAR TENTANG YESUS YANG BERGELAR KRISTUS, SEORANG NABI BARU YANG DIUTUS ALLAH KE DUNIA, MENURUT URAIAN BARNABAS, RASULNYA (TRUE GOSPEL OF JESUS, CALLED CHRIST, A NEW PROPHET SENT BY GOD TO THE WORLD: ACCORDING TO THE DESCRIPTION OF BARNABAS, HIS APOSTLE).
:
:Juga di bagian pendahuluan di bawah judul tersebut: Barnabas, rasul Yesus orang Nazareth yang bergelar Kristus (Barnabas, apostle of Jesus the Nazarene, called Christ), beramanat kepada segenap umat, yang berbenah di persada bumi menginginkan kedamaian serta penghiburan.
:
:Ada dua kesalahan serius, Barnabas bukan salah seorang dari antara kedua belas murid perdana Yesus. Ia baru muncul dalam awal sejarah gereja purba (Kisah 4:36 dan sesudahnya) setelah kebangkitan Kristus. Kedua, Yesus diakui sebagai KRISTUS (Al-Masih) tetapi dalam pasal- pasal lainnya disangkal sebagai “Messiah” (Mesias).
:
:Misalnya dalam Pasal 96 dengan gaya sumpah Nabi Muhammad, Yesus berkata: “Demi Allah, pada diriNya sendiri, jiwaku berdiri, bahwa Aku bukanlah Messiah itu (As God liveth, in whose presence my soul standeth, I am not the Messiah)” dan masih banyak pasal lainnya.
:
:Mustahil Barnabas orang Yahudi abad pertama itu tidak mengerti bahwa istilah Yunani “Kristus” merupakan terjemahan dari istilah Ibrani “Massiakh”/ Messiah (lihat Yoh. 1:41). Paham mesianik merupakan jantung pengharapan dari agama Yahudi yang merupakan tema laris kesasteraan apokaliptik abad-abad menjelang dan awal tarikh Masehi.
:
:Pasal 3 “injil” tersebut memuat hikayat kelahiran Yesus: “Di sana ketika itu Herodes memerintah atas tanah Yudea dengan titah Kaisar Agustus dan ilatus adalah Gubernur (There reigned at that time in Judea Herod, by decree of Caesar August, and Pilate was governor), sedangkan jabatan kepala agama dipegang oleh Hannas dan Kayafas.”
:
:Menurut penanggalan sejarah (yang bersesuaian pula dengan Perjanjian Baru), Pilatus menjabat sebagai gubernur atau wali negeri di wilayah itu pada tahun 29M, sedangkan Yesus dilahirkan kira-kira tahun 4 atau 5 sebelum kalender yang didasarkan atas namaNya. Untuk mengemukakan kemungkinan lain, misalnya barangkali pengarang keliru menyebutkan nama lain juga tidak mungkin, karena Kaisar Agustus baru menetapkan pemerintahan langsung atas Yudea di bawah seorang wali negeri sendiri, baru tahun 6SM.
:
:Pasal 20 “injil” tersebut menerangkan bahwa Yesus pergi ke Galilea dengan sebuah perahu dan berlayar ke kota Nazareth: “Maka pergilah Yesus ke laut Galilea dan turunlah Ia ke dalam sebuah perahu untuk berlayar ke Nazareth, kotanya (Jesus went to the sea of
:Galilee and having embarked in a ship sailed to his city of Nazareth). Dalam pada itu terjadilah topan besar di laut sehingga nyaris menenggelamkan perahu tersebut.”
:Peta bumi Palestina menunjukkan bahwa Nazareth adalah sebuah kota yang terletak di dataran tinggi di mana jarak antara Nazareth dan laut Galilea kira-kira 20KM. Karenanya mustahil disinggahi sebuah perahu.
:
:Lebih lucu lagi mengenai penggambaran kota Kapernaum di Pasal 21: “Mendakilah Yesus ke Kapernaum (Jesus went up to Capernaum), seraya pula Ia telah mendekat dengan negeri. Tiba-tiba ada seorang yang ke luar di antara kubur-kubur itu, kerasukan setan dan tidak ada satu rantaipun yang mengikatnya karena parahnya sehingga menyebabkan bahaya bagi banyak orang. Maka menjeritlah setan-setan dari mulutnya,
:katanya: “a Kudus Allah, mengapa engkau datang sebelum waktunya untuk
:menggusarkan kita?””
:Kapernaum adalah kota pesisir yang terletak di pantai laut Galilea, tinggi permukaannya tentu saja lebih rendah daripada kota Nazareth.
:
:Pasal 54 tertulis nama mata uang spanyol kuno dalam pembicaraan antara Yesus dengan muridnya: “Barang siapa menukarkan 1 Denarius, ia mesti memperoleh 60 Minuti”. Pasti sang pengarang merasa susah payah menyelesaikan karya setebal itu sehingga keliru menuliskannya.
:
:Pasal 152 menceritakan, pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke Bait Allah di Yerusalem dan para militer Romawi datang memasuki rumah ibadah itu untuk mengganggunya. Hal ini jelas tidak mungkin terjadi karena agama Yahudi melarang orang kafir masuk ke Bait Allah (lihat Maz. 74:4,7; 79:1). Demikian pula fakta sejarah memperlihatkan militer
:Romawi sangat berhati-hati dalam menjalankan strategi politik atas orang-orang Yahudi dan agamanya guna menghindari pemberontakan.
:
:Pasal 144-150 menggambarkan orang-orang Parisi sebagai biarawan-biarawan ala abad-abad pertengahan yang hidup selibat (tidak kawin) dan mengenakan pakaian khusus. Bahkan dilukiskan pula bahwa pada jaman Nabi Elia, 12 gunung waktu itu didiami oleh 17.000 orang Parisi (Pasal 145). Bukti sejarah menyatakan dengan jelas, mazhab Parisi baru timbul pada abad ke-2SM sedangkan Nabi Elia hidup kira-kira abad ke-8SM.
:
:Demikian pula dibuktikan bahwa sekte Parisi tidak pernah hidup membiara. Sekte agama Yahudi yang membiara adalah sekte Esena di Kirbeth-Qumran (yang meninggalkan warisan yang sangat berharga yaitu naskah Laut Mati (Dead Sea Scroll) yang jelas membuktikan bahwa kecemburuan buta sementara pihak terhadap keaslian Alkitab ternyata tidak terbukti).
:
:Sang Pengarang juga terlampau semangat untuk menempatkan ajaran Islam dalam mulut Yesus. Seringkali ia memuat hal-hal yang tidak diungkapkan Al-Qur’an sendiri melainkan hanya terdapat dalam tradisi Islam yang bahkan bertentangan dengan jiwa dan data-data dari Al-Qur’an tersebut sehingga sekarang sudah banyak ditinggalkan, misalnya soal versi penyulapan wajah Yudas dalam penyaliban (Hasbullah Bakrie, 1985: 58- 59) dan banyak contoh lainnya.
:
:Pasal 112 Yesus mengisyaratkan bahwa Allah akan mengambilnya dari pergaulan di bumi (God shall take Me from the earth), tanpa melalui kematian. Tetapi dalam Pasal 193, sang pengarang kurang hati-hati mengerjakan kitabnya sehingga dalam hikayat pembangkitan Lazarus, Yesus justru mengisyaratkan kebangkitanNya. ia berkata bila saatnya tiba, Ia akan “tertidur” dengan cara seperti Lazarus dan secepatnya pula akan dibangkitkan.
:
:Pasal 112 menyatakan, misteri kematian Yudas sebagai ganti Yesus, yang disebutnya “noda untuk beberapa waktu lamanya di dunia”, baru akan dibukakan pada zaman Rasullullah, PADAHAL DALAM KARANGANNYA, SANG PENGARANG TELAH MENJELASKANNYA… HAHAHA…
:
:Masih banyak kekeliruan dan keanehan lainnya yang menggelikan, yang apabila ditulis seluruhnya akan menjadi sebuah buku.
:
:Kemungkinan besar, sang pengarang adalah “Fra Marino” yang tidak lain adalah “Mustafa de Aranda”, seorang Yahudi-Spanyol yang telah memeluk agama Islam.
:
:Secara garis besar, pandangan “injil barnabas” terhadap iman Kristen antara lain:
:- menyangkal ketuhanan Yesus,
:- menolak misteri salib dan kebangkitan,
:- “mengkambing-hitamkan Rasul Paulus dan
:- mempertentangkannya dengan Barnabas seolah-olah kedua Rasul tersebut berpisah karena perbedaan teologis dan doktrin.
:
:Pandangan tersebut ternyata dipergunakan oleh mereka yang menyerang iman Kristen sampai saat ini(SEPERTI HALNYA REKAN SOBAT).
:
:
:Mmmh… masihkan tuduhan-tuduhan tersebut digunakan begitu mengetahui “injil barnabas” adalah jelas-jelas palsu..?
:
:
:Salam

:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: