PEMBUNUHAN AL-NADR BIN AL-HARITH (AYAT SERUPA AL- QUR’AN)

PEMBUNUHAN AL-NADR BIN AL-HARITH (AYAT SERUPA AL-
QUR’AN)

Nadr bin Al Harits pertama disebutkan sebagai wakil
Quraish yang berunding dengan Rasulullah.

Sumber :
Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua
Muhammad bin Yasar bin Ishaq
Muhamadiyah University Press, 2003, jilid 1,
halaman 196

… para pemimpin dari semua kelompok Quraish –
Utbah bin Rabi’ah dan Sahiba ….. NADR BIN HARITS
saudara dari bani Abdudar …

Dikisahkan pemuka Quraish menawarkan uang,
kemuliaan dan kedudukan jika itu memang yang
diminta Muhammad SAW. Muhammad SAW
menyatakan bukanlah itu yang dia inginkan
melainkan pengakuan bahwa dia adalah Rasul yang
diutus oleh Allah SWT.

Atas pernyataan tersebut, pemuka Quraish meminta
bukti yaitu :

1. Menyingkirkan gunung-gunung

2. Mengalirkan ke tanah Arab sungai-sungai

3. Menghidupkan kembali nenek moyang mereka.

Atas permintaan pembuktian itu Muhammad SAW
menyatakan ketidakmampuannya.

Akhirnya
pertemuan berakhir tanpa kesepakatan apa-apa.

Sumber :
Ibid
Halaman 198 – 199 :

Abdullah bin abu Umayyah mendekati Rasulullah dan
berkata, “Wahai Muhammad, MEREKA TELAH
MEMBERIKAN TAWARAN YANG BAIK KEPADAMU YANG
TERNYATA
KAMU TOLAK.

Pertama mereka meminta
sesuatu darimu untuk mereka agar mereka
mengetahu bahwa kedudukanmu disisi Tuhan adalah
seperti apa yang kamu katakan sehingga mereka
dapat mempercayaimu dan mengikutimu, DAN KAMU
TIDAK MELAKUKAN APA-APA.

Kemudian mereka
memintamu untuk melakukan sesuatu untuk dirimu
sendiri, agar mereka tahu kelebihanmu atas mereka
dan kedudukanmu disisi Tuhan, DAN KAMU TIDAK
MAU MELAKUKANNYA. Kemudian mereka memintamu
untuk mendatangkan hukuman atas mereka agar
mereka menjadi takut, dan KAMU TIDAK
MELAKUKANNYA ……..

Karena ketidakmampuan Muhammad SAW
meyakinkan Quraish, maka pertentangan terhadap
Muhammadpun berlanjut.

Salah satunya dilakukan
oleh Nadr bin al Harits

Sumber : Ibid
Halaman 200 – 201

Pada saat itu Nadr bin al Harits adalah salah satu
setan dari Quraish. Dia selalu mencaci maki Rasulullah
dan menunjukkan sikap bermusuhan.

Dia pernah
pergi ke al Hira dan belajar di sana tentang hikayat
raja-raja Persia, hikayat tentang Rustum dan
Isbandiyar.

Ketika Rasullulah mengadakan pertemuan
dimana dia mengingatkan mereka tentang Tuhan, dan
mengingatkan umatnya tentang apa yang telah
terjadi pada banyak generasi yang telah lalu akan
pembalasan yang ditimpakan Tuhan atas kelaliman
mereka, AL NADR MENGATAKAN KEPADA MEREKA,
“AKU MEMILIKI KISAH DAN CERITA YANG LEBIH BAIK
DAN LEBIH MENARIK DARI YANG DIA MILIKI, IKUTLAH
AKU”.

Kemudian dia mulai menceritakan kepada
mereka kisah tentang raja-raja Persia, Rustum dan
Isbandiya, dan kemudian dia berkata, “Atas dasar apa
kalian menganggap Muhammad adalah seorang
penutur kisah yang lebih baik dari aku?”.

Jadi kesalahan Nadr bin Al Harits adalah karena dia
berani menyaingi Muhammad SAW dalam
menceritakan kisah-kisah umat terdahulu.

NADR
BERANI MELAYANI TANTANGAN UNTUK MEMBUAT
AYAT-AYAT YANG SERUPA AL-QUR’AN, DAN
AKIBATNYA ADALAH HUKUMAN MATI.

Sumber :Ibid
jilid 2, halaman 122

… Ketika Rasulullah sedang berada di al Safira, NADR
DIBUNUH OLEH ALI, sebagaimana yang diceritakan
oleh seorang penduduk dari Mekah kepada saya.

Sungguh ironis, Muhammad SAW sendiri yang
menantang orang-orang untuk mendatangkan ayat-
ayat serupa Al-Qur’an, dan SAAT ADA YANG
MELADENI TERNYATA TIDAK BISA DITERIMA OLEH
MUHAMMAD SAW.

Dan akibatnya adalah hukuman
mati.

KOMENTAR DARI AL-QUR’AN

Dengan perbuatannya ini Muhammad SAW melanggar
perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an yaitu :
QS 42 : 37 :
Dan (bagi) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa
besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan APABILA
MEREKA MARAH MEREKA MEMBERI MAAF.

Bagi Muhammad adalah lebih baik menuntaskan
dendamnya daripada mengikuti perintah Allah SWT
untuk memberi maaf.

Lagi-lagi, ironi terbesar muncul.
Muhammad SAW yang gemar mencaci maki Yahudi
and Nasrani ternyata TIDAK LEBIH BAIK DARI YANG
DICACI MAKINYA.

QS 2 : 59 :
Lalu orang-orang yang zalim MENGGANTI PERINTAH
dengan (mengerjakan) yang tidak diperintahkan
kepada mereka. Sebab itu Kami timpakan atas orang-
orang yang zalim itu siksa dari langit, karena mereka
berbuat fasik.

Jadi daripada mengikuti perintah untuk memaafkan,
lebih baik bagi Muhammad SAW untuk mengganti
perintah tersebut dengan pembunuhan.

Tampaknya
bagi Muhammad SAW berlakulah hukuman sesuai
ayat Al-Qur’an berikut:

QS 29 : 68 :
Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang
yang mengada-adakan kedustaan terhadap Allah atau
MENDUSTAKAN
YANG HAK TATKALA YANG HAK
ITU DATANG KEPADANYA? BUKANKAH DALAM
NERAKA JAHANNAM itu ada tempat bagi orang-orang
yang kafir?

Perintah datang kepada Muhamamad SAW, dan
Muhammad SAW sendirilah yang mendustakan
perintah tersebut. Dan menyedihkannya karena
MENURUT AL-QUR’AN, sikap begini diganjar menjadi
PENGHUNI NERAKA JAHANAM.

:

:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: