PENGHINAAN MUHAMMAD KEPADA MUSA DAN YESUS KRISTUS (ISA ALMASIH BINTI MARYAM)

Keterangan negatif tentang Musa dan
ketidaksukaannya terhadap orang kulit hitam
Mari kita lihat lagi bagaimana Muhammad menjelaskan
para penanggung jawab masing² lapisan surga. Musa,
ditempatkan di lapis lima oleh Muhammad. Dia bilang
Musa itu hitam atau kulit gelap, tangannya putih, kontras
dengan tubuhnya yang hitam. [53] Muhammad
menerangkan tentang musa seakan Musa itu orang
afrika; padahal kita tahu Musa orang Yahudi dan
penjelasan dalam alkitab tidak sesuai dengan
penjelasannya muhammad. Tidak ada hal yang negatif
tentang orang afrika karena semua ras manusia itu sama
indahnya, afrika, eropa atau asia. Tapi Muhammad sendiri
menganggap rendah orang afrika, dia punya budak
orang afrika dan dia pernah bilang budak tidak bisa
bersaksi dalam pengadilan kecuali mereka di hukum
atau dicambuk dulu [54]. Ketika para pengikut
Muhammad mau membebaskan satu dari budak2
mereka, Muhammad tidak mengijinkannya, dan dia
memerintahkan untuk menjualnya saja, jangan
dibebaskan [55]. Contoh, kita temukan Muhammad
menjual budak yang telah dibebaskan oleh majikannya
[56]. Dia menganggap membebaskan budak bukanlah
tindakan yang bijak [57]. Ketika Qur‟an bicara tentang
pembebasan budak, bukan berarti kebebasan yang
sejati. Muhammad menjelaskannya dalam hadis:
[53] Sahih Al- Bukhari 4:125; Ibn Hisham 2: 32
[54] Sahih al-Bukhari, 3, hal. 150
[55] Sahih al-Bukhari, 3, hal. 135; 3, hal. 86; 8, hal. 117
[56] Sahih Muslim 11: 141, 142
[57] Sahih al-Bukhari, 3, hal. 135
Kepatuhan atau kesetiaan atau loyalitas budak adalah
satu-satunya hal yang bisa membebaskan dia, meski
orangtua si budak bisa saja memberi 100 syarat. [58]
[58] Sahih al-Bukhari, 3, hal. 128
Artinya orang yang membebaskan budak akan selalu
punya kuasa atas sang budak tersebut, dan tetap
memiliki sang budak, apapun yang diklaim oleh orang
tua si budak tersebut. Dia sering menjual budak atau
menukarnya dengan budak lain. Contoh, dia menukar
dua budak kulit hitam untuk satu budak kulit putih. [59]
Pernah dia membeli budak wanita bernama Barbareh.
Barbareh ini sudah menikah tapi Muhammad menolak
kepatuhan atau hubungan Barbareh dengan suaminya
atau orang tuanya, dengan alasan bahwa budak hanya
boleh dimiliki oleh orang yang memperbudaknya. [60]
Semua ini menggambarkan ketidak sukaan dia dan
kurang menghargai terhadap budak secara umum dan
untuk orang kulit hitam secara khususnya.
[59] Sahih Muslim 11, hal. 39
[60] Sahih al-Bukhari, 3, hal. 29; 7, hal. 238; 8, hal. 9
Dengan menjelaskan Musa secara demikian, Muhammad
berniat membuat gambaran negatif tentang Musa.
Muhammad ingin dilihat oleh pengikutnya lebih superior
daripada Musa. Sejarah mengatakan ketika Muhammad
melihat salah seorang pengikutnya membaca Taurat
(juga disebut Pentateuch), Muhammad marah besar [61].
[61] Halabiyah, 1, hal. 372
Dengan niatnya menjelek2kan Musa, Muhammad
menyebut Musa sebagai “si Murung” [62], benar2
pandangan yang negatif. Harusnya tidak ada orang
murung di surga, karena surga seharusnya menjadi
tempat tenang dan abadi seperti disebut dalam alkitab.
Kita tahu para nabi di surga, seperti Musa, dan semua
yang mencintai Tuhan, ada bersamaNya dan hidup dalam
ketenangan dan kegembiraan yang abadi.
[62] Halabiyah, 2, hal. 91
Dibawah pengaruh sekte Gnostik, Yesus direndahkan
oleh Muhammad dan disebutnya lebih rendah dari
Yohannes Pembaptis
Dimana tempat Yesus dalam penjelasan Muhammad? Di
lapis kedua surga. Ide menempatkan Yesus di lapis
kedua ini juga ada dalam literatur Gnostik dan
Manicheisme. Manicheisme adalah agama yang didirikan
oleh Mani di abad 3 Masehi. Dalam Kitab Mazmurnya
Manichean, ditulis oleh muridnya Mani akhir abad 3 M,
kita baca Yesus ditempatkan di salah satu lapisan surga.
[63] [63] A Manichaean Psalm-Book, Manichaean
Manuscripts in the Chester Beatty Collection, Part II,
diedit oleh C.R.C. Alleberry, W.Kohlhammer, Stuttgart,
1938, hal. 52
Manicheisme menyebar ke Mekah dijaman Muhammad
dan Muhammad banyak menjiplak kitab2 mereka.
Seperti Muhammad, Mani juga mengaku pernah pergi ke
surga. Muhammad menempatkan Yesus di lapis kedua
agar membuat Yesus seakan lebih rendah dari Musa,
yang ditempatkan di lapis keenam dan dari Harun, yang
ditempatkan dilapis kelima, dengan Abraham dilapis
ketujuh, serta Nuh, dilapis keempat, Yusuf dilapis ke tiga.
[64] Muhammad membuat Yohanes Pembaptis
bertanggung jawab atas surga lapis kedua. Jelaslah
Muhammad menjiplak urutan tujuh lapis surganya
Gnostik, dimana Nuh diangkat atas banyak nabi lain.
Dalam kitab Mandaean, Yohanes Pembaptis juga
merupakan figur mitologi, diangkat diatas banyak dewa2
lain. Alasan Mandaean mengangkat Yohanes Pembaptis
adalah untuk mengecilkan Yesus dalam perang mereka
melawan orang kristen. Ingat, Yohanes Pembaptis
pernah berkata bahwa dia datang untuk menyiapkan
jalan bagi Yesus. Ini adalah pemenuhan ramalan/nubuat
dari YeAku mengenai inkarnasi Tuhan dan mengirip
seorang nabi sebelum Dia datang untuk menyiapkan
jalan dan bersaksi bagiNya.
[64] Halabiyah, 2, hal. 117
Kultus Gnostik dijaman Muhammad berusaha
mempertahankan Yesus agar tidak penting dibanding
nabi lain. Mereka mengabaikan ramalan2 nabi2
sebelumnya. Semua doktrin aliran Gnostik, Sabian
Mandaean ini mempengaruhi Muhammad.
Muhammad menerangkan Yesus dalam sikap sangat
menghina
Anda akan merasakan apa niat Muhammad. Dia ingin
merendahkan Yesus dan membuat gambaran negatif
tentangnya. Setelah mengaku pergi ke surga, dia
jelaskan ttg Yesus: “Yesus, anak Maria: kulit merah, tidak
pendek, tidak tinggi, kulitnya penuh bintik2 hitam,
seakan dia baru keluar dari Dimas. Kepalanya seperti
penuh air.” Versi lain menerjemahkan perkataan
Muhamamd, “keringat banyak mengalir keluar dari
jenggotnya.” [65] [65] Ibn Hisham, 2, hal. 32; Halabiyah,
2, hal. 88 Buku lain yang menceritakan kehidupan
Muhammad menjelaskan arti dari “Dimas”. Dimas adalah
berarti negatif dari kamar mandi. Kitab Halabiyah,
menjelaskan “Dimas” sbb: Aslinya adalah tempat dimana
orang keluar keringat, dan sangat gelap, disebut “Night
Dames.” Yang pertama menciptakan Dimas adalah para
Jin. Mereka membuat dan menerapkan konsep itu ke
Sulaiman. Mereka bilang ketika Sulaiman memasuki
dimas dan mendapatkan panas disana, Sulaiman bilang
ini adalah siksaan Tuhan, karena jalan masuk ke Dimas
itu, yang disebut ruff, mengingatkannya akan neraka.
Ruff mirip dengan neraka karena selain api dibagian
bawah, gelap melingkupi sekelilingnya. [66] [66]
Halabiyah, 2, hal. 88 Inilah Dimas bagi orang² Mekah
dijaman Muhammad, yang tidak mengenal atau tidak
pernah mandi, dan dia melarang para pengikutnya untuk
masuk dimas [67] karena, dalam hukum Zoroastrian,
kamar mandi dianggap berasal dari iblis. Kaum Magi
konon diceritakan pernah menggulingkan seorang raja,
Raja Balash atau Kavat, hanya karena sang Raja
membangunKamar mandi, dan karena mereka memuja
air serta memuja kebersihan air tsb bukannya
kebersihan tubuh mereka [68]. Kamar mandi ditentang
juga oleh orang Aryan, dalam buku Gautama, hukum
suci orang Aryan adalah melarang mandi [69]. Sepertinya
Dimas adalah tempat yang lebih hina lagi dari semua arti
kamar mandi yang ada dalam pikiran orang Arab,
dibawah pengaruh Zoroastria. [67] Halabiyah, 2, hal. 90
[68] Josue’ Le Stylite, traduction Martin, xx; dikutip oleh
James Darmesteter dalam kata pengantarnya untuk
Vendidad, The Zenda –Avesta Part I, The Sacred Books of
the East, Volume IV, hal. xc [69] Gautama, Chapter IX, 61,
Sacred Laws of the Aryas, Part I, diterjemahkan oleh
Georg Buhler, The Sacred Books of the East, Volume 2,
diterbitkan oleh Motilal Banarsidass, Delhi, hal. 225
Muhammad menerangkan Yesus ada di lapis bawah
surga seakan Dia adalah orang yang keluar dari tempat
gelap, dimana disana terdapat banyak derita dan
keringat. Tubuhnya digambarkan penuh bintik hitam.
Niat muhammad merendahkan Yesus dan Musa karena
mereka mewakili Perjanjian Lama dan Baru; dia ingin
menyembunyikan mereka untuk membuat agamanya
terasa lebih hebat
Jika anda mulai mengerti arti Dimas dijaman
Muhammad, anda juga mengerti bagaimana Muhammad
menghubungkan tempat itu dengan Yesus, disini bisa
dilihat bagaimana sikap meremehkan Muhammad thd
Yesus. Terhadap Musa juga demikian. Tetapi terhadap
Yusuf, Muhammad menjelaskan hal yang sangat indah,
ditempatkan di lapis tiga, wajahnya secantik bulan. Juga
terhadap Nuh, menggambarkan posisi Nuh dalam
naskah² Gnostik dan Mandaean. Kita juga lihat
pengangkatan Harun, Abraham dan Adam.
Yesus dan Musa dianggap mewakili dua Perjanjian –
Hukum2 perjanjian lama, yang diwakili oleh Musa dan
Perjanjian Baru, diwakili oleh Yesus. Konsisten dengan
ide2 yang ada dijaman dia hidup di Arab, Muhammad
percaya Musa adalah perwakilan Perjanjian lama dalam
Alkitab. Musa dipandang sebagai Kepala agama
Yudaisme dan sebagai nabi utamanya. Yesus dipandang
sebagai Kepala agama kristen. Muhammad ingin
membenamkan keduanya disurga berlapis ciptaannya,
dan menggambarkan sebagai orang yang „tidak
seluarbiasa yang digambarkan selama ini‟, malah lebih
jelek bila dibandingkan dengan nabi2 lain. Muhammad
ingin membuat para pengikutnya menjauh dari
Perjanjian Lama dan baru karena dia ingin membuat
agamanya ada diatas Yudaisme dan Kristen. Dalam
Quran surah 98.6 dia menyatakan Kristen dan yahudi
adalah seburuk-buruknya makhluk.
Untuk menipu pengikutnya agar percaya dia keturunan
Abraham, Muhammad bilang dia sangat mirip dengan
Abraham
Ketika pengikutnya bertanya seperti apakah Abraham
itu, dia bilang Abraham dengan dia (Muhammad) seperti
kembar. Aku tidak melihat ada orang yang mirip dia
seperti temanmu, teman kamu sangat mirip dengan dia
(„teman‟ disini artinya dirinya sendiri, Muhammad). [70]
[70] Ibn Hisham, 2, hal. 32; Halabiyah, 2, hal. 91
Al-Bukhari, penulis Hadis Muhammad mengutip
perkataan Muhammad, “Aku anak yang paling mirip
dengan Abraham.” [71]. Muhammad ingin membujuk para
pengikutnya bahwa dia benar2 keturunan Abraham, jadi
dia mengaku secara fisik mirip dengan Abraham. Ishak
saja tidak mengaku demikian, meski dia adalah anaknya
Abraham dan ibunya adalah adik angkat Abraham.
Begitu juga Yakub, atau keturunan2nya yang lain yang
dekat dengan jaman Abraham. Lalu bagaimana bisa
seseorang yang hidup 2.700 tahun kemudian mengaku
demikian?
[71] Sahih al-Bukhari, 4, hal. 125
,Dr. Rafat Amari, Islam: Ditinjau dari Pengamatan
Sejarah, hal 261-265

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: