Penolakan Isa Al-Masih disebut Tuhan

Semua orang Islam pasti akan menolak dengan
keras kalau Yesus (Isa) itu disebut Allah atau Tuhan,
karena berdasarkan pernyataan Al Qur’an:
“Laqad kafarol ladziina qooluu innallaha huwal
masiikhubnu maryama”, artinya: “Sesungguhnya
telah kafirlah orang-orang yang berkata,
“sesungguhnya Allah ialah Almasih putra Maryam”,
Qs. 5:72, juga disertai dengan pernyataan Qs. 20:98,
yang bunyinya demikian:
“Innamaa ilaa hukumullohul ladzii laa ilaaha illa
huwa”
“Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang
tidak
ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia” Qs.
20:98
Dengan demikian seluruh umat Islam diwajibkan
mengucapkan krido, ikrar atau shahadat tain
(kalimat tauqid) mengucapkan keesaan Allah, yang
bunyinya:
“Ashadu anaa ilaa ha illalah”
artinya: “Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah”.
Dengan pernyataan itu jelas orang Islam tidak akan
menerima dan mengakui Tuhan selain Allah. Oleh
sebab itu dalam menyikapi dan memahami pribadi
Yesus oleh orang Kristen disebut Tuhan atau Allah,
orang Islam jelas akan salah paham atau salah
pengertian di dalam menafsirkan. Memang Tuhan itu
adalah
Allah dan Allah itu adalah Tuhan. Dua
kalimat kata “Tuhan dan Allah” tidak bisa dipisahkan
namun bisa dibedakan. Allah adalah hakekat
oknumnya, yaitu Dzat Wajibul Wujud (yang wajib
ada keberadaan-Nya). Istilah Ibraninya Asher Haya
(yang ada).
Tuhan adalah: Kuasa Allah atau kewibawaan Allah.
Seperti kalimat “Allahu rabbul alamin” artinya: Allah
adalah Tuhan alam semesta atau Allah adalah
penguasa alam semesta. Terus bagaimana kalau
kalimat seperti ini “Mukholafatuhu lilkhawadzisi”
(Allah wujud-Nya tidak serupa dengan makhluq-
Nya), lantas dihubungkan Yesus yang keberadaan-
Nya manusia. Kalau Yesus disebut Allah mengacu
pada pra keberadaan-Nya yang hakekatnya adalah
Firman Allah menjadi manusia.
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu melekat
sehakekat dengan Elohim (Allah) dan Firman itu
adalah Elohim (Allah). Yohanes 1:1
Muncul pertanyaan, Siapakah yang dimaksud “pada
mulanya” dalam kalimat ayat itu? Yaitu Yesus
sebelum menjadi manusia dan keberadaan-Nya
sebagai Firman. Sekarang mari lanjutkan Yohanes
1:14 “Firman itu telah menjadi manusia”. Coba
sekarang renungkan di ayat pertama mengatakan:
“Firman itu adalah Allah”, jadi Firman atau Allah itu
yang menjadi manusia. Terus sekarang hubungkan
dengan Qs. 4:171 “Sesungguhnya Almasih, Isa putra
Maryam itu, adalah utusan Allah dan kalimat-Nya
yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan roh
dari-Nya”. Terjemahan dalam kurung tidak kami
cantumkan karena teks asli Arabnya tidak ada. Atau
renungkan
juga bunyi Hadits ini “Isa faa innahu
Rohulullah wa kalimatuhu”, “Isa itu sesungguhnya
Roh Allah dan Kalam Allah” (Hadits Anas Bin Malik
hal. 72) atau bisa juga saudara baca HSB 1496.
Jadi disini jelas sekali baik Kitab Injil, Al Qur’an dan
Hadits ketiganya sama-sama menyatakan bahwa
Yesus atau Isa dalam pra keberadaan-Nya sebagai
manusia adalah Firman Allah.
Mari kita lanjutkan sekarang dengan istilah kata
Tuhan.
Tuhan artinya Sang Pemilik atau Sang Penguasa.
“Yesus mendekati mereka dan berkata:
“kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di Surga
dan di bumi.” Matius 28:18
Sekarang hubungkanlah dengan Al Qur’an:
“Ketika Malaikat berkata: Hai Maryam,
sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan
kalimat
daripada-Nya namanya Almasih Isa Putra
Maryam. Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat
dan termasuk orang yang terdekat dengan Tuhan”.
Qs. Ali Imran 3:45
Pertanyaannya, yang punya kuasa di bumi dan di
Surga atau istilah Al Qur’annya terkemuka di dunia
dan di akhirat pada dasarnya kan Allah? Kenapa Isa
punya kedudukan yang sama dengan Allah? Kalau
begitu siapa sesungguhnya Isa Almasih itu
sebenarnya? Jawabnya adalah Roh Allah, Kalam
Allah yang menjadi manusia. Makanya Isa itu bisa
memberitahu tentang hari kiamat Qs. 43:61, “Isa itu
dikatakan Iman Mahdi (Pemimpin yang Agung) dan
Hakim yang Adil (HSM. Jilid I hal. 74)
Yesus itulah nanti yang menentukan secara mutlak
seseorang dimasukkan ke Surga atau neraka.
“Lalu semua bangsa akan dikumpulkan dihadapan-
Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang
dari pada seorang, sama seperti gembala
memisahkan domba dari kambing, dan Ia akam
menempatkan domba-domba di sebelah kanan-
Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
Dan raja itu akan berkata kepada mereka yang di
sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang
diberkati
oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang telah
disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.”
Matius 25:32-34
“Siapa yang percaya dan dibaptis akan
diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya
akan dihukum.”
Markus 16:16
“Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan
dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah
berada di bawah hukuman, sebab ia tidak
percaya dalam nama Anak Tunggal Bapa.”
Yohanes 3:18
Jadi jelasnya Yesus itu adalah Allah karena Dia
adalah Pribadi yang Awal dan yang Akhir. Dalam
kitab Wahyu Yesus berkata:
“Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan
Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”
Wahyu 1:8,17; 2:8; 22:13
“Huwal awwalu wal akhiru wadhdhariru wal
bathinu; wa huwa bikulli syaiin ‘aliim”
“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Dzhahir dan
Yang
Batin ( Yang Nampak dan Yang Tidak
Nampak); dan Dia Maha mengetahui segala
sesuatu.”
Qs. 57:3
Yesus disebut Tuhan karena Yesus yang mempunyai
kekuasaan tertinggi di dunia dan di akhirat (Qs.
3:45; Matius 28:18). Karena Yesus adalah pribadi
yang Awal dan yang Akhir dalam keillahian-Nya,
maka Yesus punya kekuasaan tertinggi di Surga
maupun di dunia. Pribadi yang punya kuasa mutlak
itulah disebut Tuhan. Dan Tuhan itulah yang berhak
menyelamatkan maupun menghukum siapapun ke
dalam lautan api neraka jahanam.
Untuk memantapkan keyakinan bahwa Yesus itu
Tuhan dan Juruselamat, baiklah saya jelaskan
dengan keterangan ilmu Kristologi yang Alkitabiah.
Mari kita buka sekarang Kitab Yesaya 45:5
“Akulah Tuhan dan tidak ada yang lain; kecuali
Aku tidak ada Elohim (yang disembah), bahasa
Arabnya, “Ana rabbu wa laisa akharu la ilaaha
siwaya”.
Tegasnya nats ini menyatakan “Tidak ada Tuhan
kecuali Elohim”. Dengan kata lain bahwa Elohim
(yang disembah) itu adalah Tuhan. Sekarang buka
lagi Kitab Yesaya 45:21, di situ dikatakan: “Bukankah
Aku, Tuhan? Tidak ada yang lain, tidak ada Elohim
(yang disembah) selain daripadaKu! Elohim
(sesembahan) yang adil dan Juruselamat, tidak
ada yang lain kecuali Aku!
Kesimpulan nats itu, “Tidak ada Juruselamat kecuali
Elohim atau dengan kata lain Elohim itulah
Juruselamat. Sekarang kita renungkan bahwa
Elohim itu adalah Tuhan dan Juruselamat.
Pertanyaannya sekarang, apakah wujud Elohim dan
Tuhan itu? “Elohim itu Roh” (Yohanes 4:24) “Tuhan itu
Roh”
(2Korintus 3:17). Jadi baik Elohim maupun
Tuhan itu adalah Roh. Pengertian Roh disini adalah
ghaib yang artinya tidak seorangpun yang bisa
melihat wujud hakekat-Nya. (Yohanes 1:18).
Sekarang sudah jelas bahwa wujudnya Elohim
(yang disembah atau sesembahan) yang disapa
dengan sebutan Tuhan dan Juruselamat itu adalah
Roh, bukan manusia. Elohim yang disapa dengan
sebutan Tuhan dan Juruselamat itu bersemayam
atau berdiam dan berkarya dimana? Ada di dalam
diri pribadi Yesus (Isa). Hal ini seturut dengan
pengakuan dan pernyataan Yesus itu sendiri.
“Apa yang Aku katakan padamu, tidak aku
katakan dari Diri-Ku sendiri, tetapi Bapa (Elohim
yang wujudnya Roh) yang diam (bersemayam) di
dalam Aku. Dialah yang melakukan pekerjaan-
Nya”. Yohanes 14:10
Pertanyaannya, pekerjaan apa yang dilakukan?
Pekerjaan Karya penyelamatan. Sehubungan
dengan itu maka Yesus disebut Juru Selamat.
Jadi Elohim yang wujudnya Roh disapa Tuhan dan
Juruselamat itu tidak berdiam atau bersemayam
dan berkarya di dalam binatang, bebatuan atau
tumbuh-tumbuhan melainkan menyatu atau
manunggal di dalam diri manusia. Mengapa di
dalam manusia? Sebab yang akan diselamatkan
adalah manusia. Kenapa harus di dalam manusia
Yesus? Sebab Yesus (Isa) itu pra kemanusiaan-Nya
adalah Firman Tuhan dan Firman Tuhan itulah yang
menjadi wujud manusia. Yesus Kristus/Isa Almasih.
Oleh karena Dia (Yesus/Isa) mempunyai hakekat
dan sifat keilahian dengan kuasa keTuhananNya
menyelamatkan umat manusia yang percaya
kepada-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Orang-
orang yang percaya kepada-Nya itulah yang akan
diselamatkan dari ancaman hukuman api neraka
jahanam. Bukan orang yang beragama atau bukan
karena kesolehan menjalankan hukum agama.
Karena agama hanya sebagai alat untuk hidup taat,
bukan sebagai penyelamat.
Kembali pada pernyataan di atas bahwa Yesus (Isa)
disebut Allah, Tuhan atau Juruselamat bukan karena
semata-mata jasad kemanusiaan-Nya tapi
keIlahian-Nya yang menjadi manusia itulah yang
disebut Allah atau Tuhan atau Juruselamat. Jadi
yang disangkal Al Qur’an Al Maaidah 5:72 adalah
kemanusiaan-Nya saja:
“Laqad kafarol ladziina qoo luu innallaha huwal
masiikhubnu maryama”,
artinya: “Sesungguhnya telah kafir orang-orang yang
berkata: Sesungguhnya
Allah adalah Al Masih putra
Maryam”. Qs. Al Maaidah 5:72
Kesimpulan ayat di atas, “orang itu kafir, kalau
menganggap Allah itu adalah Isa Al Masih anaknya
Maryam”, Wah, bisa kacau deh dan amburadul
donk… kalau imannya orang Kristen demikian.
Sebab akan timbul pertanyaan, kalau memang
benar Allah itu putra Maryam. Pertanyaannya
sebelum Maryam mempunyai anak berarti Allah
belum ada? Dan kedudukan-Nya kalau begitu lebih
tinggi Ibunya (Maryam) daripada Allah? Sungguh
ironis sekali kalau demikian adanya. Tapi iman
Kristen yang Alkitabiah bukanlah demikian
kenyataannya melainkan harus dibedakan dimana
konteks keberadaan keIlahian Yesus dan
kemanusiaan Yesus. Jadi kalau mau mengoreksi
keIlahian Yesus Kristus harus berpegang Dogma
Theologi Kristologi, supaya tidak terjebak hanya satu
sisi
yang akan menimbulkan pandangan
kesalahpahaman yang membutakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: