KELUARGA PARA PELAKU BOM BUNUH DIRI YANG MENJADI SAHID AKAN MASUK KE FIRDAUS

“Lakukanlah Nak…itulah satu-satunya jalan kita bisa
masuk ke dalam rumah pelacuran Allah yang ada di atas
sana.”
Seorang sahid atau ‘martir’ Muslim (seseorang yang mati
ketika ia membunuh orang-orang kafir), bisa memohon
pada Allah supaya Allah turut membawa serta 70 orang
anggota keluarganya ke Firdaus bersama dengannya, tak
peduli seberapa besarnya pun dosa-dosa mereka.
Pemikiran ini tetap ada dalam otak Papa saat ia tengah
mempertimbangkan sebuah karir untuk Sharif, salah satu
dari kesebelas anak laki-lakinya yang paling muda dan
yang paling tidak berguna, serta beberapa dari anak
perempuannya. Sharif tak cakap melakukan apa saja
yang ada dalam dunia ini, ia bahkan tidak bisa
mengingat lebih dari lima alias ketika mengisi klaim-
klaim untuk kesejahteraannya.
Oleh karena itu sebuah dewan keluarga dipanggil, dan
target-target pun didiskusikan. Pesawat udara, sekolah-
sekolah dan kereta api, masing-masing menimbulkan pro
dan kontra. Tetapi kemudian saudara perempuan Sharif
yang bernama Parveen mengalami pikiran yang
cemerlang. “Membunuh orang-orang Kristen itu benar-
benar menyenangkan hati Allah, tetapi kau akan
mendapatkan poin treble jika membunuh orang-orang
Yahudi mari kita kirim dia ke Israel.”
Setiap orang dalam pertemuan itu setuju kecuali Mama,
yang mempertanyakan, bagaimana nanti Syarif bisa
memberi makan dirinya di Firdaus, sebab inilah kali
pertamanya kelak, ia berada jauh dari rumah, sebab ia
sendiri bahkan tidak sanggup membuka sebuah kaleng
makanan.
“Tak ada masalah” kata Papa menjelaskan, “sebab dari
ke-72 perawan yang ada di sana, beberapa dari mereka
pastilah bisa memasak.” Tetapi Mama tidak yakin bahwa
mereka sanggup memasak sebaik dia.
Sementara itu Sharif telah pergi ke laboraorium Mesjid
lokal untuk mencampur bahan-bahan yang relevan
dalam proporsi yang benar.
Maka hari besarnya pun tiba, dan Sharif bergegas
menuju sebuah bar Israel yang ada di tepi pantai sambil
berteriak “Aku menyukai Pepsi Cola lebih daripada kalian
yang menyukai kematian! Akkah Albar!” – Hari itu, tak
ada satu pun yang bisa ia lakukan dengan benar.
Ia memencet detonator dan kemudian terdengar suara
mendesis, kemudian muncullah sebuah lidah api dari
bom yang ada di pinggangnya – tapi tidak terjadi
ledakan. Sharif memang bukan orang yang jenius dalam
bidang kimia, sebab yang ia buat adalah sebuah
campuran bom bakar, bukan jenis bom yang
dimaksudkan untuk meledak.
Dalam sebuah usaha untuk mematikan lidah api itu,
Sharif kemudian berlari dan melompat ke dalam laut.
Berhasil, tetapi kemudian ia baru ingat bahwa ia tidak
pernah belajar berenang.
Ia mati tenggelam, dan hal itu meninggalkan
ketidakpastian terhadap Papa dan Mama. Bisakah Sharif
menjadi seorang yang dianggap mati sahid hanya
karena telah membunuh dirinya sendiri tanpa membunuh
satu pun orang kafir? Karena itu mereka mengunjungi
seorang medium untuk melakukan kontak dan
menemukan apa yang sedang dilakukan oleh Sharif di
alam yang lain.
“Ceritakan padaku seperti apa itu tempat dimana
engkau berada sekarang” kata Papa. Suara Sharif melalui
sang medium terdengar serak dan aneh.
“Aku bangun pagi dan melakukan hubungan seks.
Kemudian aku makan selada. Lalu aku berhubungan seks
kembali. Kemudian aku makan timun. Kemudian
melakukan lebih banyak hubungan seks, dan makan
seledri dan demikian seterusnya di sepanjang hari itu.”
“Seks, seks dan lebih banyak seks!” kata Papa “Wah,
benar Nak, kamu benar-benar telah menjadi seorang
Sahid (martir)!”
Tetapi Mama masih sedikit cemas. “Kau membutuhkan
lebih banyak makanan bergizi, dan bukan sekedar
makan salad agar kau bisa tetap kuat dengan semua
aktifitasmu itu. Tidakkah mereka memberimu makanan
yang baik di Firdaus?”
Siapa yang mengatakan hal-hal mengenai Firdaus?”
demikian suara Sharif menjawab. “Aku telah
berinkarnasi menjadi seekor kelinci dan sedang
menantikan jatah.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: