Dua ustadz duel rebutan jamaah

perselisihan diantara umatku adalah berkah dan rahmah. hadist rawi al-Baidhawi II / 92. islam agama tawuran

Sungguh ironis yang dilakukan dua
pemuka agama di Tangerang ini. Hanya
lantaran memperebutkan jamaah, dua ustadz
ini hilang akal sehat hingga duel. Akibatnya,
Ustadz Purnama Raya bin KM Ali Husein (50)
mengalami luka bacok.
Kapolsek Cisoka AKP Afroni mengungkapkan,
peristiwa itu terjadi pada Rabu (6/7) sore.
“Pelakunya Ustadz Ahmad Yani (52) sudah kita
amankan,” ujar Afroni saat dihubungi
wartawan, Kamis (7/7/2011). Atas tindakannya
itu, sang ustad dijerat Pasal 351 KUHP tentang
penganiayaan jo Undang-Undang Darurat atas
kepemilikan senjata tajam. Sebilah golok disita
petugas dari pelaku.
Afroni menjelaskan, kejadian bermula ketika
Ustadz Ahmad Yani bin Sugriwa mendatangi
rumah Ustadz Purnama Raya bin KM Ali Husein
yang terletak di Desa Cikasungka, Kecamatan
Solear, Kabupaten Tangerang. Pelaku kesal
lantaran jamaahnya banyak yang beralih ke
korban.
“Mereka ribut karena berebut jamaah. Jamaah
Ustadz Ahmad Yani pindah ke Ustadz
Puranama,” kata dia.
Pelaku tidak terima jamaahnya beralih ke
korban. Pasalnya, menurut pelaku, korban
adalah pendatang.
“Korban baru tiga bulan tinggal di situ,” kata
dia.
Keduanya kemudian beradu mulut. Tanpa
dinyana, pelaku yang sudah menenteng golok
itu kemudian menyerang korban yang saat itu
tidak mempersenjatai diri.
Melihat pelaku yang berlagak seperti jawara,
korban pun menantangnya. “Saya kebal, saya
kebal,” kata Kapolsek menirukan korban.
Mendengar ucapan korban yang menantang,
pelaku kemudian mengayunkan golok ke arah
korban. Korban lalu tersungkur dan berlumuran
darah.
“Korban mengalami luka di bagian leher,”
katanya.
Usai menganiaya korban, pelaku kemudian
meninggalkan korban. Sementara korban
dilarikan ke rumah sakit untuk diberikan
perawatan. Petugas Polsek Cisoka yang
mendapat informasi perkelahian kedua usatdz
ini kemudian mendatangi lokasi. Petugas
kemudian mengamankan pelaku di
kediamannya pada Rabu malam.
“Mereka bertetanggaan, hanya beda empat
rumah,” ujar dia.
Kapolsek melanjutkan, usai perkelahian,
pengikut kedua ustadz sempat bersitegang.
Namun, petugas berhasil meredam kedua
pihak sehingga tidak terjadi bentrokan.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk
tidak melakukan pelanggaran hukum dalam
menyelesaikan masalah. Serahkan
permasalahan kepada petugas berwajib,
bukan dengan cara main hakin sendiri,”
tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: