Apa yg terlupakan muhammad dalam puasa ramadhan?

melihat banyak kutipan yang
berkaitan dengan puasa Islam, tetapi tak ada satu
pun yang secara eksplisit menghubungkan puasa
dengan pertobatan, sebagaimana yang ada dalam
Alkitab. Saya menjadi bingung. Bisakah anda
menjelaskan hal ini pada saya?
Hal yang bahkan memberikan lebih banyak lagi teka-
teki adalah ketika kita menemukan dua buah kutipan
– satu dari Quran dan satunya lagi dari Hadis – yang
tampaknya mengimplikasikan puasa sebagai ritual
untuk mencegah Muslim dari melakukan dosa. Yang
diperhatikan adalah soal “cegat dosa” (khususnya
dosa niat makan-minum dan syahwat), namun tak
ada contoh (atau perintah) jelas yang menyerukan
“minta ampun atas dosa”. Yaitu yang
memperlihatkan tangisan hati-terdalam yang
menyesalkan kenajisan dan keberdosaan dirinya
(yang tentu terjadi setiap harinya), sehingga ia
merasa wajib minta pengampunan kepada Allah dan
bertobat dalam satu paket dengan berpuasa yang
sedang dijalaninya. Kita bisa melihatnya dari kedua
contoh di bawah ini:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas
kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-
orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (Surah
2:183).
Diriwayatkan oleh Abu Huraira: Rasulullah
mengatakan bahwa Allah berkata, “Semua perbuatan
dari anak-anak Adam (manusia) adalah untuk
mereka, kecuali berpuasa yang adalah untukKu, dan
aku akan memberikan upah atas hal ini. Puasa adalah
sebuah perisai atau perlindungan dari api dan dari
melakukan dosa. Jika salah seorang dari kamu
berpuasa, ia harus menjauhi hubungan seksual
dengan isterinya dan dari pertengkaran, dan jika
seseorang harus berkelahi atau bertengkar
dengannya, maka ia harus berkata, ”Aku sedang
berpuasa.” MelaluiNya, yang jiwaku ada dalam
tanganNya, bau tidak menyenangkan yang keluar dari
mulut orang yang berpuasa adalah lebih baik dalam
pandangan Allah daripada bau wangi-wangian/
parfum. Ada dua kesenangan bagi orang yang
berpuasa, yang pertama adalah pada waktu ia
berbuka puasa (membatalkan puasanya), dan yang
lain adalah pada saat ia kelak bertemu dengan
Tuhannya, maka ia akan merasa senang oleh karena
puasanya itu.” (Sahih Al-Bukhari Hadith 3.128).
Muslim datang berpuasa dalam ritual takwanya
dengan maksud mencari upah dan pahala
pengampunan dan perisai terhadap dosa. Khususnya
menjauhi makan, hubungan seksual dan pertengkaran
selama puasa yang pada gilirannya akan berakhir
(buka puasa) secara menyenangkan. Dan dijanjikan
kelak akan bertemu dengan Tuhannya! Upah, pahala,
perlindungan, janji Allah akan penghapusan dosa
(walau Muslim yang berpuasa tidak betul-betul
diwajibkan untuk minta pengampunan dosa dalam
satu paket dengan puasa!), dan janji akan surga,
itulah agaknya yang menjadi tema sentral dari puasa
Islamik!
Pertanyaan-pertanyaan besar untuk kita semua:
(1).Wajibkah Allah mengampuni dosa kita, bilamana
kita sendiri tidak merasa wajib meminta ampun,
khususnya dalam kewajiban berpuasa Ramadhan?
(2).Kenapa Muhammad tidak konsisten mewajibkan
umatnya untuk minta pengampunan dosa seperti
yang dia sendiri melakukannya secara sangat serius,
setiap hari kehari sedikitnya 70 kali meminta ampun
atas dosa-dosanya kepada Allah? Tentu itu
dilakukannya juga disetiap hari bulan Ramadhan:
“Demi Allah! Saya minta pengampunan Allah dan
balik bertobat kepada-Nya lebih dari 70 kali sehari”
(Bukhari 8: 75: 319).
(3). Dan kenapa Muslim justru mengabaikan sunnah
mulia ini dari praktek kehidupan beragamanya? Atau
setidaknya itu pantas dilakukannya dalam puasa
Ramadhan demi absahnya ia mendapatkan upah
berupa pengampunan dosa, dan bukan sekedar
mencegat dosa saja!?
Apabila Muslim menyidik ucapan-ucapan Muhammad
tentang pengampunan dosa, maka tampak sekali ia
mengumbarkannya dengan asal-asalan dan tidak
bertanggung jawab atas sesuatu sekudus seperti
“dosa yang diampuni”. Sebagai missal, dengan
entengnya Beliau saw menjawab Abu Qatada al-
Ansari yang bertanya kepadanya tentang upah puasa
Arafah (9 Zul-Hijjah) dimana ia berkata:
“Puasa itu menghapuskan dosa-dosa setahun
dibelakang dan setahun didepan” (Hadis Shahih
Muslim, buku 6, no. 2603).
Tampak betapa konyolnya Muslim yang mempercayai
rumusan pengampunan yang diberikan oleh Nabinya.
Sebab andaikata Anda jadi berpuasa 1hari ditanggal 9
Zul-Hijjah 1432 Hijriyah nanti ini, maka semua dosa
Anda akan terhapuskan oleh Allah sepanjang dua
tahun hingga 9 Zul-Hijjah 1433 H nanti! BAH! ALLAH
MANAKAH YANG DIATAS NAMAKAN BELIAU SAW?
TAK TERBAYANGKAN SURGANYA BAGAIMANA YANG
MENAMPUNG ORANG-ORANG YANG BERKUALIFIKASI
MACAM APA?

Comments
One Response to “Apa yg terlupakan muhammad dalam puasa ramadhan?”
  1. Salahuddin mengatakan:

    Apakah yg terlupan Muhammad saw dlm puasa Ramadhan ?,adalah suatu pertanyaan konyol,ingatlah berapa tebal nya Al quran dan berapa pula tebal nya Hadits syahih serta Hadits Qudtsi.Jawaban nya,Saudara belum menemukan jawaban pertanyaan yg dimaksud,ingat lah ilmu Allah itu meliputi langit dan bumi,hanya kepada Nya lah kembali segala persoalan (Al Qur’an & Hadits).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: