ka’bah kuil hindu

[Catatan: Penggalan arkeologis baru-baru ini
di Kuwait menemukan
sebuah patung emas dewa Hindu, Ganesha.
Ini bisa membantu kita
menjelaskan hubungan antara Hindu dan
Arab.]
Patung Ganesha ditemukan di KUWAIT
(Historian/Sejarawan)
Ternyata didalam Kabah, ada sebuah
inskripsi yg merujuk kpd raja
Vikramaditya. Ini membuktikan tanpa ragu
bahwa jazirah Arab dulu
merupakan bagian dari Kerajaan
Vikramaditya dari India.
Teks inskripsi Vikramaditya yg ditemukan
dlm piring emas yg digantung
didalam kuil Kabah di Mekah ini, dicatat
pada halaman 315 dari buku yg
berjudul ‘Sayar-ul-Okul’ yg disimpan dlm
perpustakaan Makhtab-e-
Sultania di Istanbul, Turki. Terjemahan
inskripsi tsb:
(Sayar ul Okul berarti ‘Kata-kata Berkesan’)
“Beruntunglah mereka yg lahir (dan hidup)
selama kuasa raja Vikram. Ia
seorang penguasa penuh kasih, terhormat
dan berbakti pada penduduknya.
Namun pada saat itu, kami Arab, tidak peduli
pada Tuhan, tenggelam dlm
kenikmatan sensual. Komplotan dan
penyiksaan merajalela … Kami,
Arab, terjerat dlm kegelapan (jahiliyah) …
namun pendidikan yg
disebar raja Vikramaditya tidak
mencampakkan kami, orang-orang asing.
Ia menyebarkan agama sucinya diantara
kami dan mengirimkan ahli-ahli
yg kepitanrannya bersinar spt matahari dari
negaranya kenegara
kami…”
Ini bahasa Arabnya :
“Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen
Karimun Yartapheeha
Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela
Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid
min howa Yapakhara phajjal asari nahone
osirom bayjayhalem. Yundan
blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya
kanateph netephi bejehalin
Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu
kaunnieja majekaralhada
walador. As hmiman burukankad toluho
watastaru hihila Yakajibaymana
balay kulk amarena phaneya jaunabilamary
Bikramatum”. (Page 315 Sayar-
ul-okul).
Analisa :
Kerajaan-kerajaan India purbakala
kemungkinan besar melebarkan sayap
sampai ke Arab dan Vikramaditya-lah yg
pertama merebut kawasan Arabia.
Karena inskripsi itu mengatakan bahwa Raja
Vikram menghilangkan
jahiliyah dari Arabia.
Dan, apapun agama
mereka sebelumnya, orang-
orangnya Vikrama sukses dlm menyebarkan
ajaran Vedic (dari kitab-kitab
Weda, buku suci Hindu) ke dlm way of life
Arabia.
Pengetahuan seni dan sains India disebarkan
kpd dunia Arab lewat
sekolah-sekolah, akademi dan pusat-pusat
budaya. Jadi, kepercayaan
bahwa orang Arab yg membawa ajaran ini
kpd negara mereka lewat upaya
mereka sendiri tidak berdasar.
Juga bisa disimpulkan bahwa Kutub Minar di
Delhi bisa saja merupakan
menara Vikramadiya memperingati
keberhasilannya merebut Arabia.
Kesimpulan ini dikuatkan oleh dua hal:
Pertama, inskripsi pada menara tinggi dari
besi didekat Kutub Minar
merujuk pada perkawinan raja Vikramaditya
kpd permaisuri Balhika.
Balhika tidak lain dari nama kawasan Balkh
di Asia Barat (Afghanistan,
tempat kelahiran pujangga islam, Jalaludin
Rumi). Kemungkinan, Arabia
direbut Raja Vikramaditya dari penguasa
Balkh yg mengadakan perjanjian
damai dgn memberikan puterinya sbg
pengantin.
Kedua, kota disebelah Kutub Minar bernama
Mehrauli, dari nama Mihira,
seorang astronomer-mathematician dari
keraton Raja Vikram. Mehrauli
adalah kependekan Sansekerta dari kata-
kata ‘Mihira-Awali’ yg
menunjukkan barisan rumah bagi Mihira dan
staf asistennya yg bekerja
sbg pengamat bintang yg dilakukan dari
menara tsb.
ARSIP DI TURKI
Di Istanbul, Turki, ada perpustakaan
termashur bernama Makhatab-e-
Sultania, yg terkenal mempunyai koleksi
terbesar dari literatur Asia
Barat. Di bagian Arab perpustakaan tsb ada
sebuah antologi sajak-sajak
Arab purbakala. Antologi ini disusun dari
karya sebelumnya dr thn
1742M dibawah perintah Sultan Salim.
Halaman-halaman volume itu terbuat dari
Harir – semacam sutera yg
dibuat utk
menulis. Setiap halaman memiliki pinggiran
yg dihias dgn kertas emas.
Antologi itu dikenal dgn nama Sayar-ul-Okul,
dan dibagi dlm 3 bagian.
Bagian pertama mengandung detil biografi
dan komposisi puisi penyair
Arab PRA-Islam.
Bagian kedua terdiri dari kesaksian dan
sajak-sajak penyair
dari
periode yg dimulai tidak lama setelah
Muhamad, sampai akhir dinasti
Bani Ummayyah.
Bagian ketiga adalah ttg penyair-penyair
sampai jaman Khalif Harun-al-
Rashid.
Abu Amir Asamai, penyair Arab yg
merupakan penyair utama keraton Harun-
al-Rashid, menyusun dan mengedit antologi
tsb. Edisi modern pertama
‘Sayar-ul-Okul’ terbit di Berlin th 1864. Edisi
berikutnya diterbitkan
di Beirut th 1932.
Koleksi ini dianggap sbg antologi paling
penting dan berotoritas dlm
sajak-sajak Arab purbakala. Koleksi ini
menunjukkan adat, tata tertib
dan hiburan Arabia dijaman purbakala.
Buku
ini juga mengandung
penjabaran deskripsi ttg kuil purbakala
Mekah, kita dan bazar tahunan
yg dikenal sbg OKAJ disekitar kuil Kabah di
Mekah. Ini berarti bahwa
kumpul-kumpul di Mekah setiap tahun utk
naik haji berasal dari tradisi
pra-Islam (sebelum islam).
Bazar OKAJ bukan sebuah karnaval tempat
anak muda ber-marijuana. Ini
merupakan kesempatan kaum elit dan
terpelajar utk membahas aspek-aspek
sosial, religius, politis, literatur dan aspek-
aspek budaya Hindu
lainnya yg menyebar di Arabia. ‘Sayar-ul-
Okul’ mengatakan bahwa
kesimpulan yg didapatkan dari diskusi-diskusi
disana diterima dan
sangat dihormati diseluruh Arabia. Mekah,
oleh karena itu, mengikuti
tradisi Varanasi (dari India), yi tradisi kaum
elit mendiskusikan hal-
hal penting sementara kaum awan
berkumpul utk mencapai kenikmatan
spiritual. Kuil-kuil utama di Varanasi (India)
dan di Mekah (di
Arvasthan/Arabia) adalah kuil-kuil dewa SIWA.
Bahkan sampai sekarang,
emblem-emblem Mahadewa Siwa masih
nampak.
Dan emblem Siwa paling nampak adalah
batu Shankara (Siwa) yg dihormati
para pehijrah Muslim sampai disentuh dan
dicium di Kabah (ingat, batu
hajar aswad). Raja Vikramaditya memang
terkenal cinta pada Mahadewa
Siwa. Di Ujjain (India), ibukota Vikramaditya,
ada kuil terkenal
Mahankal, yi milik Dewa Shankara (Siwa) yg
di-asosiasikan dgn
Vikramaditya. Karena menurut inskripsi
Vikramaditya, dialah yg
menyebarkan agama Hindu, siapa lagi kalau
begitu yg mendirikan kuil
Kabah di Mekah ?
TRADISI JUBAH di MEKAH
Sebelum para pehijrah masuk Mekah,
mereka diminta utk mencukur kepala
dan jenggota serta megenakan jubah khusus
yg terdiri dari dua lembar
kain putih yg tidak dijahit. Satu disarungi di
pinggang dan yg lainnya
dililitkan sekitar bahu. Ini merupakan tradisi
Hindu purbakala bagi
Hindu purbakala bagi
mereka yg ingin masuk kuil-kuil Hindu dlm
keadaan bersih dan murni.
Para swami sebelum dipotong jenggotnya.
Mirip Muslim khan?
Muslim
Budhis …emang mirip yah?
Kuil utama di Mekah, yg menyimpan
lambang-lambang Siwa, dikenal sbg
KA’BAH. Kotak ini dilapisi kain hitam.
Ini
adalah tradisi jaman dahulu
kala ketika orang menganggap penting utk
meng-kamuflase tempat suci
itu (Ka’bah) agar tidak dicaplok atau direbut
bangsa lain.
PATUNG DEWA- DEWI
Menurut Encyclopaedia Britannica, kotak
Ka’bah memilikii 360 patung.
Tradisi mengatakan, ketika tempat itu
diserang, salah satu dewa
didalamnya adalah dewa Saturnus;
satunya
lagi adalah dewa Bulan dan
ada lagi yg disebut Allah.
Ini bukti bahwa orang Arab jaman pra-Islam
itu memuja 9 planet. Di
India, praktek puja ‘Navagraha’, yaitu praktek
pemujaan bagi ke 9
planet, termasuk Saturnus dan Bulan masih
eksis sampai sekarang.
Di India, bulan sabit selalu digambarkan
diatas lambang dewa Siwa.
Karena itulah, lambang Siwa dlm Ka’bah juga
menjadi lambang bendera
Islam.
ZAMZAM ATAU AIR (SUNGAI) GANGGA
Satu lagi tradisi Hindu lainnya adalah sungai
suci Gangga. Menurut
tradisi Hindu,
air Gangga tidak pernah dapat
dipisahkan dari lambang
Siwa (bulan sabit). Dimanapun ada lambang
Siwa, disanalah ada air
Gangga. Dan memang! Didekat Ka’bah
ditemukan sebuah sumber mata air
suci yg disebut ZAMZAM. Sampai sekarang,
Zamzam dianggap suci karena
tradisi jaman pra-Islam itulah!
Praktek
mengambil 7 langkah yg dikenal sbg
Saptapadi diasosiasikan dgn upacara
perkawinan Hindu dan pemujaan api.
Upacara klimaks dlm perkawinan
Hindu yg menggabungkan pasangan
pengantin mengelilingi api suci
sebanyak empat kali (tapi kemudian di-salah
artikan dgn 7 kali).
Mengingat “MAKHA” berari API,
ketujuh
tawaf itu membuktikan bahwa
MEKAH ADALAH PUSAT PEMUJAAN DEWA
API.
KATA ‘ALLAH’
Jangan kaget bahwa kata ‘ALLAH’ sendiri
berasal dari bhs Sansekerta.
Allah, Akka dan Amba adalan sinomin. Nama-
nama ini berarti: DEWI atau
Ibu. Istilah ‘ALLAH’ merupakan bagian dari
stanza-stanza Sansekerta yg
memuja-muja Dewi Durga, yg juga dikenal
sbg Bhavani, Chandi dan
Mahishasurmardini. Islam mencaplok
penggunaan kata ‘Allah’.
Satu ayat Quran merupakan terjemahan
persis dari sebuah stanza dlm
Yajurveda. Spt dijelaskan oleh pakar Hindu
terbesar, Pandit Satavlekar
dari Pardi, dlm salah satu artikelnya.

[Note: Pakar lain menunjukkan bahwa ayat
Quran dibawah ini mirip
persis dgn ajaran Kena Upanishad (1.7).
Quran:
“Sight perceives Him not. But He perceives
men’s sights; for He is the
knower of secrets, the Aware.”
(Karena tidak disertai dgn nomor ayatnya,
yuhana nggak bisa kasih
terjemahannya sesuai dgn Quran. Tapi
intinya: ‘Indera mata tidak bisa
melihatNya. Tapi IA melihat indera manusia;
karena IA maha tahu segala
rahasia’)
Coba bandingkan dengan ini;
Kena Upanishad:
“Apa yg tidak dapat dilihat dgn mata namun
bisa ditembus dgn mata,
itulah Brahma (Tuhan) dan bukan apa yg
dipuja manusia (didunia).
(That which cannot be seen by the eye but
through which the eye itself
sees, know That to be Brahman (God) and
not what people worship here
(in the manifested world).”
(Arti ayat diatas: Tuhan berada diluar indera
perasa manusia.]
Identitas sistem Unani & Ayurveda
menunjukkan bahwa Unani adalah
istilah Arab bagi sistem penyembuhan
Ayurveda yg dibawa ke Arabia saat
wilayah itu masih merupakan bagian dari
kerajaan India.
Tradisi-tradisi Hindu lainnya yg diterima Islam:
Hindu memiliki pantheon 33 dewa-dewi.
Bangsa-bangsa pra-Islam di Asia
Kecil juga memuja 33 dewa/i. Kalender lunar
(bulan) diperkenalkan kpd
Asia Barat selama kekuasaan India.
Bulan Muslim ‘Safar’ menunjukkan bulan
‘extra’ (Adhik Maas) dlm
kalender Hindu.
Bulan Muslim ‘Rabi’ berasal dari kata Ravi yg
berarti ‘matahari’
karena huruf Sansekerta ‘V’ dirubah Prakrit
‘B’ (Prakrit merupakan
versi sehari-hari bhs Sansekerta).
Rasa hormat Muslim pada Gyrahwi Sharif
tidak lain dari Ekadashi milik
Hindu (Gyrah = elevan or Gyaarah).
Keduanya sama artinya.
IDUL FITRI
Praktek ini berasal dari upacara kurban Go-
Medh dan Ashva-Medh Yagnas.
“Id” dlm Sansekerta berarti ibadah/pemujaan.
Id dlm Islam juga
menandakan hari-hari pemujaan. Kata MESH
dlm zodiak Hindu berarti
DOMBA.
Dijaman dulu, setiap tahun dimulai dgn
masuknya matahari kedalam
lingkup bintang Aries.
Kesempatan ini
ditandai dgn pesta bakar kambing
Inilah asal usul festival Bakari Id.
[Note: Kata Bakari adalah kata Hindu bagi
kambing.]
Karena Id berarti ibadah dan Griha berarti
‘rumah’, kata Islam Idgah
berarti ‘Rumah ibadah’ yg sama persis dgn
arti Sansekritnya.
Kata ‘Namaz’ berasal dari kata Sansekerta
‘Nama’ & ‘Yajna’ (NAMa
yAJna) yg berarti menundukkan badan dan
memuja/beribadah.
Istilah ‘Id-ul-Fitri’ berasal dari istilah ‘Eed of
Piters’ yg berarti
memuja nenek moyang, dlm tradisi
Sansekerta. Di India, orang Hindu
memperingati nenek moyang mereka
selama dua minggu masa Pitr-Paksha.
Sama juga dgn ‘Id-ul-Fitr’ (pemujaan nenek
moyang).
Praktek Islam utk memperhatikan gerak
gerik bulan sama dgn adat Hindu
utk buka puasa pada hari Sankranti dan
Vinayaki Chaturthi setelah
terlihatnya bulan.
BULAN
Deksripsi kitab Weda ttg bulan, konstelasi
bintang berbeda-beda dan
penciptaan alam semesta dicontek Quran
dlm Surat 2, stanza 113, 114,
115, and 158, 189, Surat 9, stanza 37 & Surat 10,
stanza 4-7.
Pembacaan Namaz lima kali sehari berasal
dari tradisi Weda bernama
Panchmahayagna (5 kali pujaan- Panch-
Maha-Yagna)
yg merupakan
kewajiban bagi setiap mahluk Hindu.
(bandingkan dengan shalat 5 waktu
dlm islam).
Muslim membersihkan 5 bagian tubuh
sebelum solat. Ini berasal dari
aturan ‘Sharir Shydhyartham Panchanga
Nyasah’.
BULAN-BULAN HARAM
4 bulan dlm setahun dianggap suci dlm
tradisi Islam. Mereka tidak
boleh menjarah atau melaukan tindakan
kriminal selama periode tsb. Ini
berasal dari tradisi Chaturmasa yi, periode 4
bulan puasa dan
menghindari kejahatan.
Shabibarat adalah kata lain bagi Shiva Vrat
dan Shiva Ratra.
Karena
Ka’abah merupakan pusat penting dewa
Siwa, festival Shivaratri
biasanya dirayakan disana dgn besar-
besaran. Festival itulah yg
disebut dlm Islam sbg Shabibarat.
Menurut sejumlah Encyclopaedia, memang
ada ukiran-ukiran tulisan
didalam dinding Kabah.
Namun para pakar
sejarah tidak pernah diijinkan
masuk. Tetapi menurut pengakuan beberapa
orang, ada tulisan dlm huruf
Sansekerta dan bahkan ada stanza-stanza
dari Bhagavad Gita.
ORANG INDIA DI TIMUR TENGAH
Menurut Islam, pedagang-pedagang India
menetap di Arabia, khususnya di
YAMAN. Di Ubla terdapat pemukiman-
pemukiman besar orang India. Ini
menunjukkan bahwa kehadiran orang India
di Arabia & Yaman cukup
berpengaruh terhdp penduduk setempat. Ini
tidak dimungkinkan kecuali
mereka berasal dari kelas penguasa.
Disebut dlm Ahadis Imam Bukhari bahwa
suku India, JAT, berada di
Arabia jauh sebelum jamannya Mohamad.
Malah ketika Aisha jatuh sakit,
keponakannya memanggil dokter Jat utk
menyembuhkannya.
Ini membuktikan
bahwa orang India memiliki status tinggi di
Arabia. Dan status macam
ini tidak bisa melekat pada mereka, kecuali
mereka memang penguasa.
Bukhari juga berbicara ttg seorang raja India
yg mengirim satu pot
jahe (ginger pickles) kpd nabi. Ini
menunjukkan bahwa raja Jat India
menguasai kawasan didekatnya shg mampu
memberikan hadiah yg begitu
sepele spt satu pot jahe. Nabi malah
dikatakan sangat menyukainya. Ini
bukti bahwa selama jaman Mohamad, orang
India berpengaruh di Arabia.
Barah Vafat, festival Muslim utk
memperingati mereka yg mati dlm
pertempuran berasal dari tradisi Sansekerta.
Kata ‘Phiphaut’ yg
berarti ‘mati’. Hindu merayakan hari Chayal
Chaturdashi utk
menghormati para pahlawan perang.
KATA ‘ARAB’ = KUDA
Kata Arabia sendiri berasal dari Sansekerta.
Kata aslinya adalah
‘Arabasthan’. Karena Prakrit ‘B’ adalah
Sansekerta ‘V’, maka nama
Sansekerta aslinya adalah ‘Arvasthan’. ‘Arva’
dlm bhs Sansekerta
berarti KUDA. Arvasthan berarti : negara
penuh kuda, dan spt kita tahu
semua, Arabia memang terkenal karena
kuda-kudanya.
Kuda Arab adalah jenis kuda yg memiliki
reputasi kepandaian tinggi,
semangat tinggi dan stamina luar biasa. Jenis
kuda ini mudah dikenali.
Kuda Arab adalah jenis yg paling tua. Bukti
arkaeologis menunjukkan
bahwa kuda-kuda tsb memiliki sejarah
sampai 4500 thn.
PUISI/LITERATUR
‘Sayar-ul-Okul’ menyebutkan bahwa
simposium pan-Arab pra-Islam
diselenggarakan di Mekah pada festival
tahunan Okaj. Semua penyair
ternama berpartisipisasi.
Penyair-penyair yg paling jitu diberi hadiah.
Puisi yg paling bagus
diukir dlm lempengan emas dan digantung
didalam Ka’bah. Ada puisi-
puisi yg ditulis pada kulit kambing atau onta.
Mereka digantung diluar
tembok kuil. Jadi, selama ribuan tahun,
Ka’abah sebenarnya merupakan
rumah penyimpanan puisi-puisi terhebat
Arabia yg diinspirasi tradisi
Hindu.
Oleh karena itu puisi-puisi tsb dinamakan
Mu’allaqat (Yg digantung!)
Lihat link artikel berikut: Literatur PRA-Islam**
Namun semua syair-syair itu entah hilang
atau dihancurkan gang
penjarah Muhammad. Bahkan penyair pribadi
muhammad, Hassan-bin-Sawik,
ikut mencuri syair-syair berharga itu dan
menyimpan lempengan-
lempengan emas itu dlm rumahnya. Cucu
Sawik, yg ingin menjual
lempengan emas itu membawanya ke khalif
jaman itu dimana ia ketemu
pemikir terkenal Arab, Abu Amir Asamai. Ia
menerima lima lempengan
emas dan 16 lembaran kulit yg dihiasi dgn
syair-syair yg memenangkan
penghargaan. Dan sang penjual juga bahagia
menjadi OKB (kaya mendadak)
akibat dagangannya yg laris hari itu.
Pada kelima lempengan emas tertulis ayat-
ayat oleh penyair-penyair
Arab kuno spt
Labi Baynay, Akhatab-bin-Turfa & Jarrham
Bintoi. Penemuan ini
mengakibatkan Harun-al-Rashid
memerintahkan Abu Amir utk menyusun
koleksi dari komposisi-komposisi sebelumnya.
Salah satunya adalah
atribut Jarrham Bintoi, penyair Arab terkenal,
KEPADA RAJA
VIKRAMADITYA.
Bintoi yg hidup 165 thn sebelum Muhammad
menerima hadiah tertinggi
bagi komposisi syair-syairnya selama 3 thn
berturut-turut dlm
simposium pan-Arab di Mekah. Kesemua
sajak-sajak Bintoi paling
terkenal ini digantung didalam Ka’abah dlm
lempengan emas.
Atribut Bintoi kpd raja Vikramaditya
merupakan bukti kuat bahwa raja
tsb menjadikan jazirah Arab sbg bagian dari
kerajaan besar India.
Itulah mengapa mulai dari India, semua
negara memiliki nama sansekerta
spt Afghanisthan, Baluchisthan, Kurdisthan,
Tajikisthan, Uzbekisthan,
Iran, Sivisthan, Iraq, Arvasthan, Turkesthan
(Turkmenisthan) dsb.
Sajak Bintoi bisa dilihat di link artikel berikut:
Istilah-stilah
Hindu yg diadopsi Islam**
….
Tidak sulit mengerti sejarah purbakala kalau
kita mengenal jajahan
raja Vikramaditya. Bahkan keluarga-keluarga
bangsawan/ksatria India
melahirkan suku-suku sprt Pahalvis (Pahlevi)
& Barmak(?), yg menguasai
Iran & Iraq. Karena pengaruh India, orang-
orang Parsi menjadi pemuja
api, misalnya. Karena pengaruh India, orang-
orang Kurdi di Kurdisthan
berbicara semacam dialek Sansekrit, kuil-kuil
pemuja dewa api eksis
sampai ribuan mil diluar India dan puluhan
pusat-pusat budaya India
spt Navbahar di Asia Barat dan sejumlah
viha di Rusia tersebar
diseluruh dunia. Sejak itu, banyak puing-puing
vihara ditemukan di
Russia, patung-patung kuno India juga sering
ditemukan dlm penggalian-
penggalian di Asia Pusat (Tengah).
Termasuk
yg barusan ditemukan di
Kuwait itu.
Sayang bahwa bab sejarah dunia ini hampir
terhapus total dari ingatan
manusia. Kami perlu menyusunnya kembali
utk mengerti konsep dan
orientasi sejarah purbakala. Dgn mengerti
sejarah, kami bisa lebih
mengerti siapa nenek moyang kami
sebenarnya.
Dari arsip the Sword of Truth :
Semua Quran Arab dicetak dgn angka
misterius 786. Tidak ada pakar
Muslim yg tahu mengapa angka 786
dianggap sbg angka suci. Namun angka
“misterius” ini tidak lain dan tidak bukan
berasal dari huruf suci
Weda “OM” dlm bahasa Sansekrit (lihat
dibawah). Siapapun yg kenal
Sanskrit bisa melihat lambang “OM” secara
terbalik dari angka 786-nya
Arab! Muslim tidak sadar bahwa angka
misterius Islam ini adalah
lambang HINDU!
OM, dibaca terbalik dari belakang kedepan
menunjukkan angka 786

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: